The Soda Pop

DzauqWap


KELUASAN DAN KESEMPITAN

Suatu hari Abu Nawas kedatangang tamu yg ingin mengadukan keadaan rumahnya yg sempit dan dihuni bersama istri dan sepuluh anaknya. Ia minta Abu Nawas mencarikan solusi, dan berharap kalau harus memperluas bangunan agar lebih luas, Abu Nawas sudi memberi pinjaman uang. Atau jalan terbaik apalah yg sekiranya dapat membuat ia hidup bersama keluarganya terasa lebih lega dan bahagia. Karena selama ini ia merasa sumpek hidup di rumah yg sangat sempit itu. Ia yakin kalau Abu Nawas dpt memecahkan persoalan ini. Karna Abu Nawas terkenal otaknya yg encer jago menyelesaikan masalah sepelik apa pun, walau kadang ditempuh dg jalan aneh dan tak masuk akal, tapi sanggup membuat orang takjub dan terbengong-melompong melihat hasilnya.

Setelah tamunya ini mengutarakan permasalahannya, Abu Nawas menyarankan pd tamunya untuk membeli seekor kambing dan tempatkan di dalam rumah bersama keluarga.

Orang ini tak membantah. Ia lalu membeli seekor kambing, seperti yg disarankan Abunawas. Beberapa hari kemudian orang ini datang lagi menemui Abunawas.
"Wahai Abunawas, aku sudah penuhi saranmu, tapi aku merasa hidupku dan keluarga bertambah sumpek dg adanya kambing." kata orang ini mengadu.

"Kalau begitu coba kamu beli lagi beberapa ekor ayam hitam dan tempatkan juga bersama kalian di rumah." saran Abunawas.
Orang ini tak membantah. Ia lalu membeli beberapa ekor ayam hitam dan dimasukan ke dalam rumahnya. Ia befikir, kenapa Abunawas menyarankan hal yg justru membuat keadaan rumah makin sumpek dan kacau? Aku yakin Abunawas tak bakal membuat aku lebih sengsara. Pasti akan ada hasil yg lebih baik yg akan aku peroleh selepas melaksanakan saran Abunawas. Karena Abunawas terkenal jujur, baik, suka menolong, dan berotak encer. Atau mungkin selepas ini akan muncul keajaiban yg dg tiba-tiba akan merubah keadaanku menjadi lebih baik? Entahlah! yg jelas aku percaya kpd Abunawas, dan aku akan coba melaksanakan semua saran dia. Bagiku, di negeri ini tak ada orang yg aku percayai ucapanya, walau kepada sultan sekalipun, kecuali kepada Abunawas. Rakyat sperti aku ini sering merasa dibohongi dan disengsarakan sultan. Berapa kali harga minyak naik yg diikuti kenaikan harga barang-barang lain? hingga hidupku
makin terpuruk.

Beberapa hari kemudian orang ini datang lagi menemui Abunawas.
"Abunwas, aku lebih percaya ucapanmu dari pada janji sultan kepada rakyatnya. Sultan katanya memberikan kredit rumah murah, tapi setelah aku coba mereka meminta syarat yg tidak bisa aku penuhi. Sultan katanya membebaskan biaya sekolah, tapi justru sekarang biaya sekolah jauh lebih mahal dibanding sebelumnya. Aku telah penuhi dua saranmu, tapi sekarang keadaan rumahku tambah kacau dan jauh lebih buruk dari sebelumnya. Aku dan keluargaku semakin tidak betah tinggal di rumah sempit yg samkin tidak karuan setelah adanya kambing dan ayam-ayam itu," kata orang ini mengeluh dg wajah yg semakin muram.

"Kalau begitu coba belilah seekor anak unta dan peliharalah di dalam rumah bersama kalian." saran Abunawas.

Orang ini tidak membantah. Karena ia percaya kepada Abunawas. Ia langsung membelinya. Beberapa hari kemudian orang ini datang lagi menemui Abunawas mengadukan permasalahannya.

"Wahai Abunawas, aku masih percaya kepada engkau, bahwa engkau orang yg terpercaya di negeri ini, terpandai, berotak encer, penyantun, alim dan berbudi. Telah aku penuhi semua saranmu. Tapi apa yg terjadi? Keadaan rumahku sekarang hampir mirip neraka. Semua berubah jadi lebih mengerikan dari pada sebelumnya. Kami sudah tidak tahan hidup dg binatang- binatang itu," kata orang itu mengeluh dan hampir putus asa.

"Baiklah, kalau kalian sudah tidak tahan, maka coba jual anak unta yg kemarin kamu beli," saran Abunawas.

Lagi-lagi orang ini tidak membantah. Lalu ia menjualnya ke pasar dg harga jual yg lebih mahal dari harga waktu ia membelinya.

Beberapa hari kemudian Abunawas berkunjung ke rumah orang itu dg maksud ingin mengetahui keadaannya.

"Bagaimana keadaan kalian sekarang?" tanya Abunawas
"Alhamdulillah, sekarang lebih baik setelah anak unta sudah tidak tinggal di rumah ini," kata orang ini tersenyum.

"Baiklah, kalau begitu sekarang kau kual lagi ayam-ayam itu," saran Abunawas.

Ternyata ayam yg kemarin ia beli sekarang jumlahnya bertambah karena ada ayam yg berkemcng biak. Kali ini ia menjual semua ayam yg ia punya.

Beberapa hari kemudian Abunawas berkunjung lagi ke rumah orang itu.

"Bagaimana keadaan rumahmu sekarang?" tanya

"Sekarang rumah kami lebih menyenangkan, karena ayam-ayam tidak ada lagi di rumah ini," kata orang itu dg wajah ceria.

"Nah, kalau begitu sekarang jual juga kambing itu," saran Abunawas.

Orang ini tidak membantah, dg senamdmg hati ia menjual kambing itu di pasar.

Berapa hari kemudian Abunwawas berkunjung ke rumah orang ini.

"Bagaimana keadaan rumah kalian sekarang?"

"Kami sekarang merasa rumah ini tambah luas retelah binatang-binatang itu tidak lagi tinggal bersama kami, dan kami sekarang merasa lebih bahagia dibanding dulu. Kami sekarang jadi tahu arti keluasan hati. Ternyata luas dan sempitnya hidup bukan karena tempat, tapi lebih karena suasana hati kita," kata orang ini menyadari akan kesalahannya dalam memandang hidup."

"Nah, kalau kalian sudah menyadari hal itu, maka jagalah hati kalian agar selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat sekecil apa pun. Karena dg bersyukur kepada Allah, Dia akan meluaskan hati, pikiran dan nikmat kalian hingga kalian hidup dalam ketenangan dan terbebas dari kesempitan." kata Abunawas menasehati orang ini.

Orang ini merasa berterima kasih kepada Abunawas yg telah memberikan pelajaran pahit tapi membuahkan manisnya hidup.



[balik aja]
[home]

editor :
barak musthafa